HALLO GSM – Motorola tampaknya akan kembali memperluas portofolio smartphonenya di Indonesia dengan memboyong Motorola Razr 60. Smartphone lipat terpantau sudah masuk dalam daftar sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian.
Smartphone lipat bergaya clamshell dengan nomor model XT2553-9 ini memenuhi persyaratan TKDN dengan skor 35.35%. Sertifikasi TKDN umumnya diperlukan sebagai salah satu syarat bagi perangkat seluler agar bisa diedarkan di Indonesia.
Meski Motorola belum menjadwalkan peluncuran resminya di Indonesia, kemunculan Moto Razr 60 di database TKDN menegaskan bahwa perangkat ini tengah dipersiapkan untuk memasuki pasar Tanah Air dalam waktu dekat.
Moto Razr 60 merupakan penerus dari Razr 50 yang dirilis global pada April 2025. Layar utama Razr 60 menggunakan panel LTPO AMOLED 6.9 inci dengan resolusi 1080 × 2640 piksel dan dukungan HDR10+.
Sementara cover screen atau layar sekundernya berukuran 3.6 inci yang memudahkan pengguna mengakses notifikasi dan aplikasi ringan. Layar luarnya ini juga telah diperkuat dengan Gorilla Glass Victus.
Performanya ditopang oleh chipset MediaTek Dimensity 7400X yang dipasangkan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB.
Di sektor fotografi, Razr 60 dibekali kamera belakang ganda dengan konfigurasi kamera utama 50 MP dan ultrawide 13 MP. Sedangkan kamera depannya berkekuatan 32 MP.
Motorola Razr 60 dibekali baterai berkapasitas 4.500 mAh lengkap dengan dukungan fast charging 30W dan wireless charging 15W.
BACA JUGA: Bocoran Spek Motorola Edge 70 Ultra Mengudara, Usung Snapdragon 8 Gen 5
Sebagai acuan harga, smartphone lipat dijual di Eropa dengan harga mulai dari 549 euro atau sekitar Rp 10 jutaan.
